Dapatkah
Sistem Informasi menyelamatkan U.S. Steel?
Berdasarkan
besar kapasitasnya, U.S. Steel (USS) merupakan pabrik baja terintegrasi
terbesar urutan kesepuluh di dunia dan terbesar di AS. Pabrik pusatnya di
Pittsburgh, Pennsylvania, dapat menghasilkan sekitar 14 juta ton baja tiap
tahun. Pabrik pembuat baja terbesar (nomor satu) di dunia, Arcelor di Eropa,
menghasilkan lebih dari 40 juta ton baja pertahun, sedangkan POSCO di Korea
Selatan, terbesar kedua, menghasilkan sekitar 30 juta ton. Dalam tahun fiskal
2001 pendapatan total USS adalah US$6,38 miliar, dengan kerugian bersih sebesar
US$218 juta. Anggaran untuk teknologi informasinya sekitar 1,1 persen atau
US$70 juta, angka yang sangat rendah untuk industri seperti itu. Pelanggan
terbesarnya urutan ketiga adalah Ford Motor Company, sebuah pabrik mobil yang
membutuhkan sejumlah besar baja.
Pada 1996, Ford
menganggap USS adalah yang terburuk kinerjanya dibandingkan pemasok baja
terkemuka lainnya, dan Ford mulai berpaling ke pemasok baja lain setelah selama
70 tahun berelasi dengan USS. “Kami dalam bahaya jika kehilangan bisnis dengan
Ford,” kata Gene Trudell, kepala kantor informasi USS. “Sudah seserius itu.”
Keluhan terbesar, diantara sekian banyak keluhan lainnya, dari Ford untuk USS
adalah bahwa USS tidak bisa memastikan dengan tepat kapan pengiriman baja
diterima Ford. Akibatnya, Ford tidak bisa beroperasi secara efisien. Bagi USS,
ancaman Ford tersebut merupakan tanda bahaya sehingga USS menguji kembali
keseluruhan siklus produksinya.
USS mengetahui sejumlah
masalah bukan dari sistemnya, melainkan dari luar sistemnya. Diketahui bahwa
perlu menekan biaya produksi, termasuk biaya baja per ton dengan dan jumlah jam
yang diperlukan seorang untuk menghasilkan satu ton baja, termasuk juga menekan
biaya inventori baja. Diketahui bahwa harus lebih mengutamakan profitabilitas,
dan perlu meningkatkan saham pada pasar baja high-end. Secara internal perlu
juga memusatkan pengelolaan semua bisnis dan pabrik USS dan infrastruktur
teknologi informasinya, yang ditahun 1996 terkendali secara lokal – tidak
terpusat.
Masalah utama
USS berpengaruh pada proses penerimaan ordernya. Order atau pesanan sering dijalankan secara manual, sangat tidak
tepat/jelas, dan banyak terjadi kesalahan pengisian data. Terlebih lagi, ketika
order tiba, USS tidak mampu menelusuri selama prosesnya. Pengolahan dimulai
ketika salah satu dari empat pabriknya mengolah bahan baku baja menjadi
coil-coil baja yang selanjutnya diteruskan ke bagian pengolahan USS untuk
diubah menjadi produk jadi. USS mempunyai lebih dari 120 pengolah (35 sampai 40
mengerjakan produk-produk Ford). Sepotong baja bisa diproses oleh sampai dengan
lima pengolah yang berbeda untuk membentuk, menghaluskan dan menyelesaikan
produk. Penyebab kerumitan tersebut adalah semua order itu memerlukan proses
pencampuran dan pembentukan material bahan baku, termasuk membentuk
karakteristik seperti kekuatan-tarik dan panas. USS tidak mampu menjalankan
dengan baik semua proses order sampai ke pengirimannya.
Satu masalah
adalah tiap-tiap pengolah memiliki sistem order dan pelacakan tersendiri, dan
masing-masing memiliki kode inventori sendiri, sehingga pelacakan order semakin
sulit dilakukan oleh USS. Selain itu, tiap-tiap pengolah mengkomunikasikan
pengolahan datanya ke USS melalui sistem dial up. Sewaktu data diterima,
kemudian harus diterjemahkan ke dalam format yang bisa digunakan oleh sistem
USS sebelum akhirnya informasi dikirim ke pelanggan. Penerjemahan ini
membutuhkan waktu kurang lebih 90 menit per pesan. Sistem seperti ini sangat tidak
efisien dan mahal, dan menyebabkan pelanggan USS tidak mendapatkan informasi
yang cukup memadai untuk perencanaan produksi mereka sendiri. USS memang
mengirimkan kepada pelanggannya pemberitahuan pengiriman Advanced Shipping
Notices (ASN) dan jadwal tiba kiriman, tetapi ASN sering diterima setelah baja
sampai di pelanggan, sehingga sudah terlambat dan tidak bermanfaat lagi bagi
pelanggan. Keterlambatan pengiriman menyebabkan pelanggan seperti Ford menjadi
lebih tidak efisien. Sebagian pabrik Ford hanya berjarak sekitar 20 menit
jauhnya dari pengolah milik USS. Jika muatan truk baja sampai di pabrik Ford
itu tanpa ASN, maka karyawan Ford harus secara manual menginput informasi
penerimaan.
Proses ini
menuntut tenaga kerja berlebih dan sering menimbulkan kesalahan. Kekurangan
dalam proses ini juga mengakibatkan masalah bagi inventori, yaitu perusahaan
terpaksa memegang terlalu banyak inventori, yang pada gilirannya
menyebabkan biaya-biaya yang harus
dikeluakan USS menjadi lebih tinggi. USS memerlukan modernisasi di bagian
pemroses order, pelacakan, dan sistem inventorinya.
USS segera
memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan utamanya adalah memungkinkan pelanggan
untuk memasukkan order secara elektronik agar lebih akurat. Dengan menggunakan
web, pelanggan sekarang dapat menetapkan produk, jumlah, harga, komposisi,
ukuran, ketebalan, dan bahkan tanggal
pengirimannya untuk tiap order. Agar dapat melaksanakannya, sistem harus lebih
dulu menangani informasi mengenai limitasi produksi, misalnya kemampuan-kemampuan
produksi dan aturan-aturan yang berhubungan dengan metalurgi. Sistem itu bahkan
harus mengkalkulasi biaya dan tanggal pengiriman. Semua ini harus dilaksanakan
dengan cepat sehingga pelanggan mengetahui dengan segera biaya dan tanggal
pengiriman setelah memasukkan ordernya. USS bahkan terhubung dengan perangkat
lunak DecisionExpress dari LiveCapital
untuk mempercepat proses otorisasi kredit, sehingga memungkinkan USS mengurangi
hutang tak tertagih sememtara memproses order.
Untuk melacak
order, USS mengembangkan sistem event-driven yang mampu merekam tiap langkah
pemrosesan order, yang secara otomatis memicu langkah berikutnya setelah
langkah sebelumnya selesai, termasuk langkah-langkah yang dilakukan oleh
pengolah eksternal. Sistem yang baru itu bahkan memicu ASN dan pengiriman
order. Satu manfaatnya adalah USS bisa menangani pesan-pesan dari pengolah
selama 12 menit, tidak lagi 90 menit. Baik USS maupun pelanggan bisa mengetahui
dengan pasti dimana persediaan dan kemajuan pengolahan. Sekarang USS yakin
bahwa ketika pesanan pelanggan dan ASN benar, pelanggannya lebih mungkin
mengorder kembali kepada perusahaan baja tersebut. “Anda memerlukan cara untuk
membedakan bisnis ini,” kata Tom Zielinsky, direktur senior strategi TI Weirton
Steel - pesaing USS, “dan saya berpikir
anda dapat melakukan itu dengan kemampuan mengulang pesanan pelanggan.” David
Sherwin, direktur bagian pemesanan USS, menyetujuinya dengan berkata, “Banyak
perusahaan yang memproduksi baja yang sama, namun bagaimana cara memproses
order akan membedakannya.”
Semua itu
memerlukan perangkat lunak yang kompleks. Sebagai tambahan informasi tentang
harga, jumlah, dan tanggal pengiriman, sebuah order harus dapat menyimpan
informasi untuk tiap-tiap komposisi produk baja, ukuran, dan ketebalan. USS
menggunakan perangkat lunak pemroses order dan pengelolaan data yang disediakan
oleh Oracle Corporation, sebuah sistem konfigurasi produk dari Concentra, dan
ditambah perangkat lunaknya sendiri agar bisa melengkapinya dengan
aturan-aturan dan prosedur bisnis yang sangat produk dan harga untuk pelanggan.
Aturan bisnis “memerlukan beribu-ribu jam interview dan revisi logis,” sebab
“sebagian besar pengetahuan terletak di dalam pikiran para ahli metalurgi
kami,”jelas Trudell. Sewaktu sistem tersebut telah lengkap, USS perlu meninjau
kembali order sebanyak dua atau tiga kali sementara mengurangi jumlah waktu
yang digunakan oleh staf.
USS mengganti
sistem pemroses ordernya dengan perangkat lunak pemrediksi i2 Technologies
Factory Planner, yang dihubungkan oleh programer ke sistem order mereka. Mereka
juga menghubungkan tiga sistem homegrown, mencakup iTrac, yang melacak order
sewaktu berada di pengolah atau pelanggan dan sebuah sistem pembangkit order
otomatis untuk pelanggan yang sama yang disebut MIGS (Mechanical Items
Generation System). MIGS mengurangi inventori dengan cara memperbaiki prediksi
permintaan barang jadi di lokasi pelanggan. Sewaktu MIGS digunakan pertama
kali, ia mereduksi inventaris dari 33.500 menjadi 24.000 ton. Sistem telah
diupgrade dan kini disebut MOGS (Mechanical Order Generating System).
Ditahun 2000,
dipelukan US$946 juta inventori untuk mendukung US$6.1 miliar pendapatan, di
tahun 2001 hanya US$870 juta yang diperlukan untuk US$6.4 miliar pendapatan.
U.S. Steel sekarang hanya menyimpan barang selama 20 hari di inventori untuk
memenuhi permintaan, padahal di tahun 2000 disimpan selama 33 hari di
inventori.
Secara
keseluruhan, sistem ini, disebut pabrikasi arus berkelanjutan, membawa
perusahaan di barisan depan industri. Menurut Michael Shanahan, seorang
konsultan USS dari Boston Consulting Group, perluasan sistem inventori dan
tracking order menjadi bisnis pabrikasi arus
berkelanjutan, seperti industri baja, adalah hal yang “mengejutkan.”
Sistem ini dapat bekerja mulai dari toko, sampai ke fasilitas produksi milik
U.S. Steel dan service center pihak ketiga kepada pelanggan, mengelola
keseluruhan rantai persediaan melalui sistem tunggal terpadu.
Ketika USS mulai
menarik manfaat dari sistem manajemen rantai persediaan barunya itu, manajemennya
menyimpulkan bahwa sistem tersebut bisa menjadi sumber laba yang baru. Sistem
itu bisa diadaptasi untuk melayani perusahaan yang lebih kecil yang membeli
produk USS melalui service center dan bisa dijual kepada perusahaan baja dan
non baja lainnya. Di tahun 2001, USS membentuk Straightline Source, sebuah
divisi baru yang menjual produk baja secara langsung ke pelanggan yang lebih
kecil seperti Pate Company, sebuah pabrik pemroduksi atap metal seharga US$5
juta, mem bypass service center sebagai perantara. Straightline berdiri seperti
perusahaan independen sehingga bisa bersaing di bisnis service center baja
(yang menjual baja ke perusahaan kecil) tanpa mengesampingkan 15% bisnis USS
yang telah hadir melalui service center lain. Pada pokoknya, pelanggan yang
lebih kecil bisa menempatkan order mereka secara langsung kepada USS melalui
Straightline. Straightline memberi pelanggan kemampuan untuk mengetahui kapan
order mereka dikirimkan, segera setelah order itu dibuat, sebuah sumber manfaat
kompetitif atas service center. Perangkat lunak tersebut mengatur inventaris
pelanggan; memproses pengiriman kepada pelanggan, dan mengikutsertakan pemroses
order dan manajemen rantai persediaan. Pelanggan yang terdaftar dapat memeriksa
status order mereka kapan saja.
Straightline
menambahkan fitur lain yang mungkin sulit disejajarkan dengan service center
konvensional, seperti pengecekan kredit online dan pengumpulan order. Untuk
pengumpulan order, Straightline menerapkan perangkat lunak yang disebut
SmartTrim dari Strategic Systems International, yang mengkombinasikan order
serupa yang mengarahkannya melalui pengolah dalam rantai yang meminimalisasi
barang sisa. USS memahami bahwa dengan mengurangi secara signifikan barang
sisa, bisa menghemat perusahaan jutaan dolar tiap tahun. Straightline
menggunakan perangkat lunak DecisionExpress dari LiveCapital untuk otorisasi
kredit secara online, membantu pelanggan
untuk mempercepat pembelian baja sementara mengurangi hutang tak tertagih USS.
Kombinasi kekuatann dari semua sistem informasi Straightline memungkinkan
Straightline untuk mempertimbangkan segalanya yang mungkin mempengaruhi nilai
total order. Sementara service center tradisional mungkin memerlukan beberapa
hari untuk menentukan harga, Straightline dapat menentukan harga kompetitif
dalam hitungan detik. Banyak service center dibuat marah karena USS bersaing
dengan mereka.
USS membangun
subsidiary yang disebut USS Engineers
and Consultants (sekarang disebut UEC Technologies) ditahun 1969 untuk
memperoleh pendapatan tambahan dari jasa dan teknologi USS yang dikembangkan
secara in-house. Produk utama UEC adalah suatu sistem pemroses order untuk
bisnis bahan metal, gelas/kaca, dan industri kertasi; satu set perangkat lunak
rantai persediaan dijual bersama dengan i2 Technologies yang dapat membantu
perusahaan baja lain untuk mengelola para pemasok mereka; dan sebuah alat bantu
untuk perusahaan dalam membangun ekstranet untuk pelanggan unuk menempatkan
order mereka, dokumen kontrak elektronik, dan menyediakan informasi pengiriman.
Untuk menjaga segi-segi kompetitif USS, UEC menjual teknologi berciri satu
generasi di belakang teknologi yang telah ditetapkan USS. Menurut presiden UEC,
Chris Navetta, spekulasi tersebut sangat menguntungkan.
USS terus
memperbaiki diri. Satu contoh adalah Mon Valley Works, salah satu pabrik dari
empat pabriknya, yang berlokasi di lembah sungai Monongahela, 10 mil selatan
Pittsburgh. Sebenarnya dibangun pada tahun 1875 dan sejak itu telah diupgrade
beberapa kali. Pabrik itulah proyek terakhir yang terjadi dari 1998 sampai
2000. Proyek itu berharga US$36 juta -
untuk pengerjaan kendali komputer dan peralatan mekanis, termasuk, misalnya, sensor laser yang menjadi pusat
dalam pembuatan baja. Output pabrik didorong; mulai dari 270 ton per jam sampai
335 ton perjam. Untuk itu diperlukan 9.300 pekerja baja untuk mendorong ledakan
tungku api dan menekannya, tetapi jumlah itu telah dikurangi menjadi hanya
2.100. Pada tahun 2001, U.S. Departemen Urusan Energi Teknologi Industri
menyebut Mon Valley sebagai “Plant of The Year”.
Apakah USS telah
menyelesaikan masalahnya? Perusahaan itu memang telah menjadi sangat efisien,
ditunjukkan dengan singkatnya waktu yang dibutuhkan memproduksi satu ton baja.
USS memerlukan sekitar tiga jam untuk satu ton sementara di Jerman dibutuhkan 4
jam (peningkatan 33%), Jepang 4,5 jam, dan POSCO 4,8 jam (peningkatan 63%).
Walaupun dinegara-negara seperti India memerlukan 34 jam, namun rata-rata jam
kerjanya masih lebih rendah. Bagaimanapun
“semua mempunyai akses ke teknologi yang sama [mengacu pada teknologi
informasi dan peralatan canggih],” kata Richard Fruehan, profesor metalurgi di
Universitas Mellon Carnegie, dan “Semua itu dapat dibeli.” Dan tetap saja,
biaya tenga kerja US tinggi –US$66 per ton lebih tinggi daripada POSCO. Nyatanya,
USS memperkirakan mereka rugi US$57 per ton di kuartal keempat tahun 2001.
Banyak peninjau menyatakan penyebabnya adalah USS menghabiskan US$40 per ton
untuk biaya pelayanan kesehatan karyawan yang sudah dipensiunkan dan hanya
mempunyai sekitar 130.000 karyawan untuk menghasilkan pendapatan yang biasa
“membiayai” layanan kesehatan untuk 600.000 pensiunan USS. Namun, Thomas
Portis, ketua USS, mengakui hutang pensiun mereka telah dianggarkan dengan
baik. Ikenson mengatakan bahwa USS memang efisien tetapi tidak cukup besar
untuk menyamai pesaing luar negerinya. Menurut Daniel Ikenson, seorang
konservatif di Washington DC, “Masalah terbesar U.S. Steel adalah ia tidak
memiliki skala ekonomi yang sama dengan yang dimiliki pesaing luar negerinya.”
Sebagai tambahan,
pada bulan Juli 2001, ketika sistem Straightline telah diselesaikan, Amerika
Serikat sedang berada dalam keadaan resesi, harga-harga telah turun drastis, dan USS
mengalami kerugian terburuk sepanjang 10 tahun. USS terdorong untuk mengikuti
program bantuan industri, dan Presiden George W Bush memberi kebijakan 30%
tarif untuk baja flat-rolled pada Maret 2002, disamping komitmennya untuk
perdagangan bebas. Banyak analis percaya tarif hanya menunda konsolidasi yang
sudah diperkirakan; tidak memecahkan masalah. Para analis juga menunjuk bahwa
industri baja dunia tiap tahun menghasilkan 200 juta lebih ton baja dibanding
konsumsi dunia.
Isu lain untuk
USS adalah Nucor dan para pembuat baja inovatif lain di AS yang menggunakan
baja sisa sebagai bahan baku yang murah, sehingga memaksa USS membuat baja
kelas tingi dari batubara dan besi. Jenis baja ini digunakan untuk gedung
pencakar langit dan mobil. USS menyatakan bahwa meraka bermaksud bergabung dengan Bethlehem Steel, National Steel, dan
Weirton Steel, tetapi hanya jika pemerintah AS membiayai cost benefit mereka
sebesar US$10 miliar. “Pabrik-pabrik kecil” itu mengajukan pernyataan seperti
itu sebab mereka tidak terpusat dan tidak mempunyai pengeluaran-pengeluaran
untuk biaya medis dan karyawan pensiun; kebalikandari perusahaan baja lain yang
lebih besar. Dan Dimicco, manajer Nucor, berkata bahwa proposal U.S.Steel “tak
lain hanya suatu usaha agar pemerintah memberi bantuan bagi beberapa perusahaan
yang tergabung dalam USS unuk menutup biaya-biaya dan kewajiban membayar pajak.
Perbandingan
dengan POSCO dari korea Selatan mungkin bisa membantu lebih jauh lagi dalam
memahami masalah USS. Di abad 19 dan awal abad 20, perusahaan-perusahaan bja AS
memiliki lokasi di dekat pertambangan
besi dan batubara. Tetapi, per ton baja dipakai untuk membiayai bahan
baku dan pengirimannya, sementara 6%nya habis untuk energi, 6% untuk tenaga
kerja, dan sisa biaya 38% untuk pemeliharaan, teknologi informasi, dan
administrasi. Saat ini perusahaan-perusahaan berlokasi di tepi pantai Atlantik,
Pasifik, dan Mediterania untuk mengurangi biaya besar tersebut.
Di tahun 1966,
sewaktu Korea Selatan berusaha memodernisasi dan meningkatkan status negara
dunia ketiga, pemerintahnya memutuskan membangun industri baja, padahal disana
hampir tidak ada tambang besi dan batu bara. Korea Selatan menginvestasikan
US$298 juta, dan akhirnya menamai perusahaan itu POSCO. Pabriknya berada di
Pohang yang memiliki pelabuhan kapal barang. Kemudian Korea Selatan membangun
pabrik fasilitas produksi kedua didekatnya. Disitu dibangun fasilitas yang
modern, dan 18 tahun kemudian fasilitas itu diupgrade. Di tahun 1999, menurut
Sang-Boo Yoo, direktur POSCO, perusahaan itu menjalankan proyek seharga US$247
juta yang disebut proses Inovasi. Tujuannya adalah memungkinkan perusahaan
untuk menggunakan internet untuk semua aspek aktivitas perusahaan, termasuk
pemesanan tempat dan pemantauan 44 armada kapalnya. Ditahun 2000, POSCO menjadi
penghasil baja terbesar di dunia, walaupun di tahun 2001 dikalahkan oleh Ancelor
sewaktu perusahaan tersebut bergabung dengan 3 perusahaan besar Eropa.
POSCO
mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih US$175 hingga US$180 per ton, sedangkan
USS kurang lebih US$210 per ton. Keuntungan POSCO adalah ia berlokasi di
pelabuhan dan bisnisnya telah dijalankan lebih dahulu daripada perusahaan lain
sejenis, sehingga POSCO bisa memulai lebih dahulu penerapan teknologi informasi
dan peralatan modern.
Frank Voelker,
direktur Alstom Power Conversion, yang telah mengerjakan sistem POSCO dan USS
mengatakan bahwa sistem USS sama bagusnya dengan POSCO, dan keduanya lebih baik
dari semua pesaingnya. Namun USS tidak bisa berbuat apa-apa mengenai lokasinya
yang bukan terletak di pesisir pantai karena bila mereka memindahkan lokasi
berarti membutuhkan biaya yang sangat besar. “Saya sebenarnya ingin seklai
biaya alokasi di dekat pantai ditanggung oleh pemerintah, seperti yang dialami
POSCO,” naun akan membutuhkan biaya yang sangat banyak.
(Sumber → Sistem
Informasi Manajemen : Mengelola Perusahaan Digital; Kenneth C. Laudon &
Jane P. Laudon; Penerbit Andi)
A.
PERTANYAAN STUDI KASUS
1. Ringkaskanlah situasi persaingan yang sedang dihadapi U.S.Steel !
2. Bagaimana sistem informasi berhubungan dengan cara U.S.Steel
menjalankan bisnisnya ?
3. Apa saja faktor-faktor teknologi, manajemen, dan organisasi yang
bertanggung jawab atas kegagalan U.S.Steel untuk berkompetisi dengan industri
baja lainnya?
4. Jelaskan bagaimana U.S.Steel merespons persaingan di tingkat global
dan Amerika!
5. Evaluasilah keputusan yang diambil oleh USS yaitu menjual perangkat
lunaknya kepada perusahaan lain. Apakah itu membantu atau malah merintangi USS?
Jelaskan jawaban anda!
B.
SOAL
URAIAN
- Mengapa dewasa ini sistem informasi menjadi bidang
yang penting dalam dunia bisnis ? Jelaskan !
- Apa yang dimaksudkan dengan sistem informasi ?
Jelaskan perbedaan antara data dan informasi ? Sebutkan contohnya !
- Apa saja fungsi sistem informasi dari sudut pandang
bisnis? Berikan contoh beberapa
perubahan utama yang dibawa sistem informasi kepada organisasi?
- Ringkasan
Manajemen
Para
manajer merupakan orang-orang yang bertugas mengambil keputusan yang
bertanggung jawab untuk menganalisis tantangan-tantangan yang dihadapi
organisasi dan atas pengembangan strategi serta rencana aksi.
Sistem
informasi merupakan salah satu alat Bantu mereka yangmemberi informasi yang
dibutuhkan untuk mencari solusi masalah. Sistem informasi merefleksikan
keputusan manajemen dan bertindak sebagai instrument dalam mengubah proses
manajemen.
Sistem
informasi berakar dalam organisasi, suatu hasil dari struktur organisasi,
budaya, politik, alur kerja, dan prosedur operasi standar. Inilah instrument
dari perubahan organisasi dan formasi nilai yang memungkinkan peleburan
unsur-unsur organisasi ke dalam model-model bisnis baru, dan menata ulang
batasan-batasan organisasi. Kemajuan-kemajuan dalam sistem informasi
meningkatkan tren ke arah ekonomi global yang diarahkan oleh pengetahuan, dan
organisasi yang ramping serta fleksibel dan terdesentralisasi, yang dapat
berkoordinasi dengan organisasi lain dalam jarak jauh.
Revolusi
jaringan sedang berlangsung. Teknologi sistem informasi tidak lagi terbatas
hanya pada komputer, tetepi terdiri dari kumpulan teknologi yang menghubungkan
semua komputer ke dalam jaringan untuk melakukan pertukaran informasi jaarak
jauh dan lintas batasan organisasi. Internet menyediakan konektivitas global
dan platform yang fleksibel agar aliran informasi berjalan tanpa hambatan di
sepanjang lini perusahaan dan antara perusahaan dengan pelanggan dan
pemasoknya.
Pertanyaan :
a.
Sistem
informasi sangat penting sehingga harus ditangani oleh para ahli komputer. Setujukah
anda? Mengapa?
b.
Karena
kerja komputer semakin cepat dan semakin murah harganya dan internet semakin
luas digunakan, maka sebagian besar masalah dalam sistem informasi akan hilang.
Setujukah anda? Mengapa?
SELAMAT
MENGERJAKAN
jawaban
1. Ringkaskanlah Situasi Persaingan Yang Sedang dihadapi U.S Steel
!
Meskipun yang inovatif (baru) sistem informasi dan investasi yang
signifikan dalam teknologi informasi, US Steel masih menghadapi kaku (keras)
kompetisi. Beberapa isu yang dihadapi USS meliputi:
- Skala
ekonomis
- memproduksi
baja kelas tinggi
- Kerugian
akibat resesi dan harga murah
- suatu
industri yang menghasilkan lebih baja daripada dunia mengkonsumsi
- Salah
satu masalah utama yang telah USS adalah lokasi
Seperti kasus menyebutkan, USS menghabiskan $ 240 untuk memproduksi satu
ton baja, dan setengah dari biaya yang dikeluarkan untuk pembelian dan
pengiriman bahan baku. Sebaliknya, salah satu pesaing utama, POSCO Korea
Selatan, incurs $ 175 – $ 180 per ton, adalah terletak di pantai Pasifik,
memiliki fasilitas yang sangat modern, dan menggunakan Internet untuk kegiatan
perusahaan.
2. Bagaimana Sistem Informasi Berhubungan dengan cara U.S Steel
Menjalankan Bisnisnya ?
Saat ini, USS’s berkelanjutan aliran sistem manufaktur adalah penting
(kunci) komponen bisnisnya. Seperti disebutkan dalam kasus ini, USS mengelola
seluruh rantai pasokan melalui satu sistem terpadu.
Aliran terus menerus agar memfasilitasi sistem manufaktur entri
oleh pelanggan, otorisasi kredit, agar otomatis generasi, ketertiban pelacakan,
konfigurasi produk, pemenuhan pesanan, pengiriman pesanan, dan permintaan
peramalan.
Manajemen rantai suplai Sistim ini memungkinkan pelanggan untuk
memasukkan perintah via Web, menetapkan batasan dan kemampuan produk. Setelah
perintah dimasukkan dan disetujui kredit pelanggan, penawaran harga yang akurat
dengan cepat dikirimkan kembali ke pelanggan.
Urutan sistem pelacakan memicu setiap langkah dalam
proses pemesanan, ASNs, dan pengiriman.
Sistem konfigurasi produk bisnis yang kompleks
menggunakan aturan dan prosedur untuk menentukan campuran yang tepat
spesifikasi produk dan harga.
3. Apa Saja Faktor-faktor Teknologi, manajemen, dan organisasi yang
bertanggung jawab atas kegagalan U.S Steel untuk berkompetisi dengan industri
baja lainnya ?
USS Pada tahun 1996, USS menghadapi beberapa tantangan
manajemen. USS
- Diperlukan
untuk secara drastis meningkatkan sistem pemberitahuan,
- Menurunkan
biaya produksi (biaya dari baja dan jumlah jam per orang),
- diperlukan
untuk membuat keuntungan
- memusatkan
pengelolaan berbagai usaha dan pabrik
- Akurat
memonitor dan melacak pesanan
- Biaya
inventori yang lebih rendah, dan mengurangi ukuran dari persediaan
- meningkatkan
pangsa kelas yang lebih tinggi pasar baja,
- Pertukaran
informasi antara tanaman, prosesor, pelanggan (seperti Ford), dan USS
manajemen yang tidak fleksibel, error rawan, dan rumit.
Faktor teknologi meliputi:
- Teknologi
tidak kompatibel
- Untuk
mengambil metode manual
- sistem
dial up
- pelacakan
yang berbeda dan sistem memesan untuk setiap prosesor
- berbeda
kode inventaris
- perlunya
untuk menerjemahkan pengolahan data ke USS sistem sendiri, dan
keterlambatan dan pengiriman pemberitahuan pengiriman maju (ASNs)
4. Jelaskan bagaimana U.S Steel merespons persainganditingkat
global dan Amerika !
USS telah pergi dari memiliki catatan kinerja yang buruk untuk menjadi
pelopor dalam industri. Setelah Ford mengancam akan menjatuhkan USS sebagai
salah satu pemasoknya, USS sepenuhnya direkayasa ulang manajemen rantai pasokan.
Aliran terus menerus baru sistem manufaktur sekarang mengelola rantai
persediaan USS melalui satu sistem terpadu. penggunaan informasi Technolog yang
baru memungkinkan perusahaan untuk menjadi sangat efisien.
Namun, faktor-faktor lain, seperti biaya tenaga kerja, biaya produksi,
menjadi kelas yang lebih tinggi produsen baja, lokasi, dan skala ekonomi
hanyalah beberapa alasan mengapa perusahaan masih mengalami kesulitan bersaing
di pasar global. Untuk membantu meringankan (meningkatkan), beberapa dari masalah,
USS ingin menggabungkan dengan Betlehem Steel, Steel Nasional, dan mungkin
Weirton Steel. Namun, perusahaan-perusahaan ini tampaknya ditentang untuk
merger.
Selain itu, untuk tetap kompetitif dan untuk menghasilkan pendapatan
tambahan, USS menggunakan anak perusahaannya, UEC Technologies, untuk menjual
teknologi dan layanan.
5. Evaluasilah keputusan yang diambil oleh USS yaitu menjual
perangkat lunaknya kepada perusahaan lain. Apakah ini membantu atau malah
merintangi USS? Jelaskan jawaban Anda !
USS penjualan teknologi informasi dan perangkat lunak pada perusahaan
lain adalah sumber tambahan pendapatan bagi perusahaan. Dengan mata ke
kompetisi, USS menjual sistem yang satu generasi di belakang teknologi yang
digunakannya.
Karena perusahaan menghadapi persaingan , perlu untuk menghasilkan
pendapatan dan keuntungan untuk perusahaan. Sejak USS menjual perangkat
lunak yang merupakan satu generasi di belakang, itu masih bisa mempertahankan
keunggulan kompetitif dengan perkembangan inovasi perangkat lunak baru. Sejak
beberapa perusahaan kecil sekarang menggunakan Straightline Sumber, USS telah
terpikat ini perusahaan yang jauh dari pusat-pusat pelayanan. Karena perusahaan
akan membuat investasi besar dalam perangkat lunak dan teknologi terkait,
perusahaan itu mungkin akan memberikan pertimbangan karena sebelum beralih ke
teknologi baru. Oleh karena itu, USS dapat “lock-in” para pelanggannya dengan
perangkat lunak. Sumber https://yudiepriyadi.wordpress.com/2009/12/12/


0 comments:
Post a Comment